Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Selasa, 17 Februari 2015
Mereka yang disia-siakan
Mendengar Abraham samad menjadi tersangka terus terang saja membuat sangat terpukul dan sedih, apalagi sebelumnya ketua KPK antasari sdh dipenjarakan. Terlepas mereka punya kelemahan, tetapi mereka pahlawan-pahlawan kebenaran yg pantas diapresiasi. Bayangkan sdh berapa banyak koruptor-koruptor yang berhasil mereka penjarakan khususnya petinggi-petinggi di negara ini yg kerjanya hanya mencuri uang negara/merugikan rakyat.
Begitu juga mereka berdua berhasil menyelamatkan uang negara, tetapi menapa mereka diperlakukan seperti orang-orang yg hina tdk berjasa di Republik ini?
inilah jika bangsa yg tdk bersyukur, Allah itu tdk tidur dan rakyat tdk boleh diam terus!
Bagaimana Republik ini? Jika yang terus berkuasa mafia akan lebih sulit lagi generasi kita...........hidup di negeri MALING....
Selamat Bapak Jokowi!
Bicara tentang pemerintahan Jokowi-JK, sdh bisa dibilang menginjak kurang lebih setengah bulan.
Kita bisa melihat beberapa PRESTASI yg menonjol dalam pemerintahannya,
Pertama berhasil menaikkan semua kebutuhan pokok masyarakat dengan cara mencabut hak rakyat berupa suatu subsidi BBM
Kedua memecah Partai Islam (PPP), memecah Golkar
Ketiga tetap melantik Ahok dengan mengabaikan aspirasi umat islam (ulama).
dan yg terakhir melumpuhkan KPK dan sekaligus menjadikan Pimpinan KPK menjadi tersangka.
Itulah beberapa prestasi yang dilakukan pada pemerintahan Jokowi-JK sejauh ini, semoga mereka (rakyat) bisa sadar terhadap apa yang mereka lakukan 9 Juli lalu.
Selamat tinggal kebenaran! Selamat Bapak Jokowi!
Selasa, 04 Februari 2014
Pemberi dan Penerima dalam "Money Politic" sama-sama berdosa
Sebentar lagi pemilu legislatif 2014 bakal diselenggarakan di wilayah nusantara ini, setiap Caleg akan dipilih oleh seluruh masyarakat yg mempunyai hak pilihnya. Namun ada sebagian caleg yang menggunakan strategi "Money Politic". Bahkan yang lebih menyeramkannya lagi, mereka akan menggunakan teknik Serangan Fajar, yaitu ketika masyarakat hendak pergi utk melaksanakan pemilu, mereka mendatangi rumah-rumah sambil membawa uang sogokkan. Masya Allah..
Perhatikanlah percakapan berikut ini :
Caleg : Mas, nih kartu nama saya..
Rakyat : Wah! Bapak nyaleg?
Caleg : Iya, mas! tolong dibagikan yah, Mas!
Rakyat : Amplopnya mana, Pak?
Caleg : Duh, Mas gmana sih.. Money politic itu haram loh, Mas!
Rakyat : Ah! Wakil Rakyat juga pada korupsi koq!
Begitulah jawaban sebagian dari rakyat yg bisa dibilang Menganggap enteng Money Politic itu.
MUI pernah mengatakan bahwa :
"Yang memberi dan menerina itu salah dan berdosa. Karena orang yang
memilih yang memberi uang, bukan yang baik, sehingga orang tersebut
memilih tidak pada orang yang seharusnya dipilih," kata Ketua Bidang
Fatwa MUI Ma'ruf Amin kepada detikcom di ruangan kantornya, Jl
Proklamasi, Sabtu (16/2/2013).
Bahkan Rasulullah s.a.w juga bersabda:
Hajjaj telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dzi'b daru Al-Harist bin Abdurrahman dari Abu Salamah dari Abdullah bin 'Amru dari Nabi Shalallahu 'alaihi wa Salam, dia berkata; "Rasulullah s.a.w. melaknat pemberi suap dan penerima suap." Dan Yazid berkata: "Laknat Allah dari pemberi suap dan penerima suap."
(H.R. Ahmad)
Jadi kesimpulannya, pilihlah wakil rakyat yang benar-benar pantas dan diridhoi Allah s.w.t. Jangan tergoda dgn uang 50.000 yg bakal membawa kesengsaraan kita selama 5 tahun.
Mengapa saya berani berkata demikian?
Karena memang sdh sunatullah bahwa orang yang melakukan money politic tidak akan mensejahterakan rakyatnya apalagi amanah dalam menjalankan tugasnya.
Rabu, 22 Januari 2014
Tegaknya Negara dengan "Empat Pilar"
Halo sobat blogger! mungkin udh pada bosen yaa dgn postingan gue? Yaa.. dibawa hepi aja deh..
Oke? Oke dong!!
Sobat! membahas soal Negara, pada tau ga sih syarat-syarat negara itu?
Pastinya bakal ada Rakyatnya, Pemerintahan, Wilayah dan Diakui oleh negara lain. Masa lupa sih? pelajaran PKN toh!
Tetapi sesungguhnya, tegaknya negara ditunjang oleh empat pilar. Disamping empat pilar (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika), ternyata ada empat pilar lain yang bisa dibilang sama pentingnya dgn empat pilar di atas.
1. Bi’ilmil ulama (Dengan ilmu ulama).
Negara bisa tegak dengan benar bila ditunjang peran ulama. Rasulullah SAW bersabda :
الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ
“Ulama adalah pewaris para nabi.” (HR At-Tirmidzi dari Abu Ad-Darda radhiallahu ‘anhu)
2. Bi-adillatil umaro (Dengan keadilan para pemimpin/pejabat/pemerintah/penguasa).
Rasulullah SAW bersabda :
“Tidak ada seorang hamba diberikan kepimpinan oleh Allah, mati pada hari matinya dalam keadaan khianat kepada rakyatnya kecuali Allah haramkan ke atasnya Syurga.” (Riwayat Muslim)
“Apabila urusan diserahkan kepada selain ahlinya, nantikanlah hari kiamat.” (Riwayat Bukhari)
3. Bisaqoowatil aghniyaa (Peran para aghniya / orang-orang kaya / para konglomerat yang memberikan kontribusi kepada pemerintahan.)
Merupakan salah satu hal penting yang harus dipenuhi, karena sesungguhnya ekonomi yang kuat dapat menpecundangi musuh negara. Tentunya dibarengi dgn Iman yang kuat.
4. Bidu’aail fuqoroo-i wal masaakiin (Do'anya orang-orang lemah.)
Rasulullah SAW bersabda :
"Sesungguhnya kamu diberi kemenangan dan dilimpahkan rizqi karena adanya orang –orang lemah diantara kalian" ( Hr Bukhari , Tirmidzi dan Abu Daud )
Gimana sobat? sudahkah kalian paham?
Tentunya dgn disatukannya pilar diatas dan pilar kebangsaan, Indonesia Insya Allah akan menjadi negara yang makmur dan kuat serta tidak mudah goyah oleh para musuhnya. amiin..
Senin, 20 Januari 2014
Penyebab "sebenarnya" banjir di Indonesia
Eh, baru-baru ini.. peristiwa buruk menimpa rakyat Indonesia, terlebih pada masyarakat ibu kota.
Yaa! hujan lebat yang terus-menerus membuat masyarakat Indonesia harus menerima kenyataan bahwa tempat tinggalnya terkena banjir.
Tahukah kalian penyebab banjir "sebenarnya" yang melanda negeri tercinta kita ini?
Penyebab banjir di indonesia bukan ulah masyarakat kecil, jika masyarakat kecil membuat ulah dgn membuang sampah sembarangan itu mungkin benar tapi pengaruhnya sangat kecil. Tetapi yg signifikan/besar pengaruhnya Indonesia menjadi banjir karena ulah kapitalis-kapitalis yg membuat apartemen, rumah-rumah mewah, villa di daerah resapan air. Hal ini mereka lakukan dgn cara kolusi dgn pejabat-pejabat setempat, baik di daerah puncak maupun di Jakarta. Ini merupakan penyebab utama yg mengakibatkan banjir.
Begitu juga penebangan liar yg dilakukan kapitalis yg berkolusi dgn pejabat-pejabat setempat, sedangkan selama ini pejabat selalu membongkar tempat-tempat orang miskin dgn alasan dpt mengakibatkan banjir. Itulah fakta ketidakadilan yg di lakukan pejabat-pejabat kita di Indonesi ini.
![]() | |
| Villa-Villa |
![]() |
| Apartemen |
![]() | |||
| Penebangan Liar |
Selasa, 14 Januari 2014
Keserakahan kelompok "Kapitalis"
Segala bentuk kemaksiatan mereka sebar di Indonesia tujuannya untuk
menghancurkan moral masyarakat kita, sedangkan ada ormas yg melawan
maksiat dgn menegakkan Amar Ma'ruf Nahi Munkar, mereka sudutkan dan mereka
pukul habis melalui media sekuler.
Setelah moral masyarakat hancur mereka
perlakukan sistim pemilihan langsung, sehingga yg terpilih orang2 yg
punya uang walaupun tdk punya moral mereka terpilih dgn cara money
politik. Karena money politik efektif dalam masyarakat yg sedang
terpuruk moralnya, kemudian terpilihlah pemimpin2 yg jahat (tdk amanah)
yg mudah diajak kolusi dan korupsi.
kemudian pada ngantri di KPK akibat
korupsi dan ini benar-benar terbukti sdh berapa banyak kepala daerah dan
anggota DPR yg tertangkap karena korupsi. Setelah itu mereka tayangkan
berkali kali di media sehingga sebagian masyarakat menjadi apatis
terhadap pemimpin/politikus dan munculah gerakan Golput. Gerakan
golput inipun mereka tumpangi agar semakin membesar tujuannya untuk
menggembosi dan memecah belah atau mengkotak-kotakkan umat islam, sedangkan mereka sangat solid mendukung si kotak-kotak.
Jangan
selama ini kita menganggap hanya partai politik yg berkuasa yg berperan
dalam mengatur kebijakan-kebijakan yg dibuat pemerintah, tetapi dibelakang
Partai politik ini klompok-kelompok kapitalis asing dan lokal yg banyak
mengarahkan pemerintah sesuai keinginnanya mereka. Jadi banyak
kebijakan-kebijakan dan aturan-aturan yg di buat DPR berdasarkan pesananan, semua ini
mereka lakukan karena dollar dan rupiah, bukan karena
aspirasi/kepentingan rakyat.
Inilah rekayasa
politik kelompok kapitalis yg hanya memikirkan klompok mereka saja.
Klompok-kelompok
kapitalis ini tdk akan berhenti untuk melakukan kedzoliman dan
keserakahan di negara ini karena mereka sdh mengganggap memiliki banyak
uang yg artinya mereka sdh seperti TUHAN. 2014 ini, yg hanya dapat merubah
semua ini ialah pilih pemimpin dan caleg yg takut kepada TUHAN, sehingga
berani membuat kebijakan yg benar-benar pro rakyat .
INSYA ALLAH DENGAN BEGINI INDONESIA BISA MENJADI NEGARA YANG MAKMUR, SEJAHTERA DAN DI RAHMATI ALLAH SWT
amiin...
Langganan:
Postingan (Atom)







